
Gorontalo – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kakanwil Kemenkum) Gorontalo menghadiri kegiatan Tonggeyamo dalam rangka penetapan awal bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Selasa (17/2/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut, Kakanwil Kemenkum Gorontalo hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan OPD, tokoh agama, serta unsur masyarakat. Para pejabat pria tampak mengenakan busana muslim lengkap dengan kopiah hitam, menambah nuansa religius dalam prosesi adat yang sarat makna tersebut.
Acara Tonggeyamo diawali dengan rangkaian adat khas Gorontalo sebagai simbol penyampaian kabar penting kepada masyarakat. Prosesi ini menjadi wujud kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Gorontalo. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengikuti secara bersama pidato Menteri Agama Republik Indonesia terkait penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah. Pidato tersebut menjadi rujukan resmi bagi seluruh umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa.
Dalam sambutannya, Gubernur Gorontalo menyampaikan bahwa momentum Tonggeyamo merupakan adat istiadat yang terus dilaksanakan oleh masyarakat Gorontalo setiap menjelang bulan suci Ramadhan. Tradisi ini, menurutnya, bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bersama agar nilai-nilai adat dan budaya daerah tidak hilang ditelan zaman. Ia menegaskan bahwa pelestarian adat sejalan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan menjadi bagian dari identitas daerah yang harus dijaga bersama.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kakanwil Kementerian Hukum Gorontalo yang telah berkenan hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Kakanwil dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya mempererat sinergi antarinstansi serta memperkuat harmoni kehidupan beragama di Provinsi Gorontalo.
Sementara itu, Kakanwil Kemenkum Gorontalo menyampaikan bahwa partisipasi dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen dalam mendukung pelestarian nilai-nilai adat dan budaya daerah yang sejalan dengan syariat Islam. Selain itu, momentum ini juga menjadi sarana mempererat koordinasi dan kebersamaan lintas sektor dalam menjaga kondusivitas serta kerukunan umat beragama.
Melalui momentum Tonggeyamo, diharapkan seluruh masyarakat Gorontalo dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh kesiapan, semangat kebersamaan, serta meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang harmonis dan religius.






