
Kakanwil Kemenkum Gorontalo Hadiri Penyambutan Adat Menteri HAM RI Natalius Pigai Gorontalo – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Gorontalo, Raymond J.H. Takasenseran, menghadiri prosesi penyambutan Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, yang disambut secara adat melalui prosesi mopotilolo saat kunjungan kerja di Gorontalo, Selasa (31/03).
Kedatangan Menham RI bersama rombongan disambut hangat di gerbang Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo oleh Gubernur Gusnar Ismail beserta unsur Forkopimda dan jajaran pejabat daerah. Selanjutnya, rombongan diarahkan menuju ruang tamu dengan diiringi tabuhan genderang adat serta tarian Longgo—tarian perang khas Gorontalo yang sarat makna penghormatan.
Prosesi mopotilolo merupakan tradisi penyambutan bagi pejabat tinggi negara yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Gorontalo. Upacara adat ini dilaksanakan oleh para pemangku adat U Duluwo Limo Lo Pohalaa, yakni dewan adat dari lima negeri adat yang memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal.
Rangkaian adat diawali dengan mopodungga lo adati, berupa penyampaian kata-kata bijak dalam bahasa Gorontalo sebagai bentuk penghormatan dan doa. Selanjutnya, mopodungga lo uyilumo atau prosesi mempersilakan minum menjadi simbol penerimaan dan persaudaraan, disertai penyajian kue-kue tradisional yang sarat makna filosofis.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai harapan akan keberkahan dan kelancaran seluruh agenda kunjungan. Prosesi mopotilolo kemudian ditutup dengan mongabi, yakni pernyataan resmi dari tokoh adat bahwa tamu kehormatan telah diterima dan mendapat restu untuk berkunjung di tanah Gorontalo.
Kehadiran Kakanwil Kemenkum Gorontalo dalam prosesi ini menjadi wujud dukungan terhadap penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam bidang hukum dan hak asasi manusia.
Direncanakan, Menham RI Natalius Pigai akan memberikan materi pada kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi sekitar 5.000 masyarakat Gorontalo yang akan digelar pada Rabu, 1 April 2026 di Universitas Negeri Gorontalo. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia.




