
Gorontalo – Suasana Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tampak berbeda pada Rabu pagi (1/4/2026). Ribuan pasang mata dari kalangan mahasiswa dan pelajar SMA se-Provinsi Gorontalo berkumpul dengan antusias untuk menyambut kedatangan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai.
Kunjungan kerja Menteri HAM ke Bumi Serambi Madinah ini mengusung misi krusial: Penguatan Kapasitas HAM bagi Masyarakat. Kehadiran sosok Natalius Pigai di tengah generasi muda Gorontalo diharapkan mampu menjadi katalisator bagi terciptanya masyarakat yang lebih sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail. Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya pemahaman HAM yang inklusif sebagai fondasi pembangunan daerah yang harmonis.
Acara ini juga dihadiri oleh deretan tokoh penting, di antaranya Rektor Universitas Negeri Gorontalo Eduard T. Wolok beserta jajaran akademisi selaku tuan rumah, Jajaran Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian HAM, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim, Unsur Forkopimda dan jajaran Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Gorontalo. Kakanwil Kemenkum Gorontalo yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Mohammad Yani, turut menghadiri acara dimaksud.
Pemilihan mahasiswa dan pelajar sebagai peserta utama bukanlah tanpa alasan. Natalius Pigai dalam narasinya menekankan bahwa pemuda adalah penjaga gawang penegakan HAM di masa depan. Materi penguatan kapasitas yang disampaikan mencakup edukasi mengenai perlindungan hak anak, kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab, hingga peran aktif masyarakat dalam melaporkan dugaan pelanggaran HAM di lingkungan sekitar.
"HAM bukan sekadar teks dalam undang-undang, melainkan nafas dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui penguatan kapasitas ini, kita ingin memastikan setiap individu di Gorontalo merasa terlindungi dan dihargai," pesan dalam agenda tersebut.
Kunjungan ini menandai komitmen kuat Pemerintah Pusat melalui Kementerian HAM untuk terus melakukan jemput bola dalam mengedukasi masyarakat hingga ke pelosok daerah, memastikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tetap tegak lurus dengan kearifan lokal Gorontalo.



